Langsung ke konten utama

Postingan

PELAYANAN RUMAH SAKIT MENJUAL KEPERCAYAAN, BUKAN SEKADAR PELAYANA

Postingan terbaru

CERPEN - AKREDITASI? TELUSUR STANDAR 3 KE 5

  Cerpen   AKREDITASI? TELUSUR STANDAR 3 KE 5 Oleh: Igun Winarno “Sekarang kita lanjut?” Setelah pembahasan Standar PMKP 1 dan 2 selesai, suasana ruangan terasa semakin hidup. Wajah-wajah peserta yang semula tampak tegang kini terlihat lebih rileks. Dokter Winarno pun tersenyum melihat antusiasme mereka. “Kalau masih semangat, kita lanjut ke standar berikutnya ya,” ujarnya. “Siap, Dokter! Makin lama malah makin asyik. Jadi lebih mudah memahami PMKP,” sahut Uun dengan penuh semangat. “Baik. Kita masuk ke Standar PMKP 3. Pada standar ini, yang dinilai adalah proses pengumpulan data mutu. Artinya, harus ada SDM yang bertugas mengumpulkan data atau yang biasa kita sebut PIC ( Person in Charge ). PIC ini diusulkan oleh kepala ruang atau kepala unit, kemudian ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit.” Dokter Winarno berhenti sejenak untuk memastikan semua peserta memperhatikan. “Yang tidak kalah penting, PIC harus mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. Jangan sampai di...

CERPEN - AKREDITASI? TELUSUR STANDAR 1 DAN 2 PMKP

  Cerpen AKREDITASI? TELUSUR STANDAR 1 DAN 2 PMKP Oleh Igun Winarno Pertemuan bersama tim Pokja PMKP masih terus berlanjut. Setelah memahami filosofi mutu dan keselamatan pasien, kini mereka akan memasuki pembahasan yang lebih mendalam mengenai setiap standar PMKP beserta elemen penilaiannya. Suasana yang tadinya cukup tegang perlahan mulai mencair. “Maaf Dokter, mau dibuatkan kopi atau teh?” tanya Afni sambil tersenyum ramah. “Wah, Mbak Afni ini pengertian sekali,” jawab Dokter Winarno sambil tertawa kecil. “Boleh deh kopi, biar tambah semangat. Tapi maaf ya, sebenarnya saya kalau bepergian biasanya membawa kopi sendiri.” Beberapa anggota tim langsung tertawa. Tidak lama kemudian secangkir kopi hangat tersaji di hadapan beliau. Aroma kopi yang kuat langsung memenuhi ruangan. “Hmmm... ini baunya enak sekali. Sepertinya arabika ya?” ujar Dokter Winarno sambil menghirup aromanya. Afni tersenyum bangga. “Itu khusus untuk Dokter Winarno. Kopi Gayo Arabika, Dok.” ...