Langsung ke konten utama

Postingan

Syukur sebagai Jalan Keselamatan, Kufur sebagai Awal Kehancuran

Postingan terbaru

Sebuah cerpen “DI HARI KELIMA LEBARAN, AKU MENEMUKAN RINDU YANG TERTINGGAL DI RUMAH MAMAKE”

  Sebuah cerpen “DI HARI KELIMA LEBARAN, AKU MENEMUKAN RINDU YANG TERTINGGAL DI RUMAH MAMAKE”   Hari kelima setelah lebaran, ketika sebagian orang perlahan beranjak dari riuh silaturahmi dan kembali menuju hiruk pikuk dunia nyata, pagi ini aku justru memilih sunyi. Malam sebelumnya, aku duduk dalam tahajudku—lama, lebih lama dari biasanya. Sujud terasa berbeda. Ada getar yang tak biasa, seolah hati sedang disentuh oleh sesuatu yang tak kasat. Doa-doa mengalir, bukan sekadar rangkaian kata, melainkan seperti yang ditarik pelan dari kedalaman jiwa yang paling sunyi. Aku berdoa banyak malam itu. Tentang hidup. Tentang waktu. Tentang orang-orang yang diam-diam menjadi alasan aku tetap kuat. Entah kenapa, di antara sekian banyak yang ku sebut dalam doa, satu nama berulang kali muncul, seperti gema yang tak mau hilang , m amake. Sejak kemarin, rindu itu datang tanpa aba-aba. Tidak keras, tidak juga menghentak. Ia datang perlahan, tapi menetap. Mengisi ruang-ruang kosong...

PEMASANGAN CDL UNTUK HEMODIALISA Antara Akses dan Harapan

  PEMASANGAN CDL UNTUK HEMODIALISA Antara Akses dan Harapan Igun Winarno Gagal ginjal kronik atau yang dikenal sebagai Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang berlangsung progresif dan irreversibel, di mana ginjal tidak lagi mampu menjalankan perannya secara optimal dalam menjaga homeostasis tubuh. Ketika fungsi ginjal telah menurun hingga tahap lanjut, terapi pengganti ginjal menjadi suatu keniscayaan—dan salah satu yang paling sering dilakukan adalah hemodialisa (HD). Tanda dan gejala Chronic Kidney Disease (CKD) sering kali berkembang secara perlahan dan tidak spesifik, sehingga kerap terabaikan pada tahap awal. Pasien dapat mengalami mudah lelah, penurunan nafsu makan, mual, serta gangguan tidur. Seiring progresivitas penyakit, muncul manifestasi yang lebih jelas seperti edema pada tungkai akibat retensi cairan, hipertensi yang sulit terkontrol, serta penurunan jumlah urin. Pada tahap lanjut, akumulasi toksin uremik dapat menimbulka...

RUANG JEDA YANG MENGHIDUPKAN JIWA Duduk Diantara Dua Sujud

  RUANG JEDA YANG MENGHIDUPKAN JIWA (Duduk Diantara Dua Sujud)   Pendahuluan Apa yang sebenarnya kita rasakan saat mengerjakan shalat? Sejujurnya, bagiku masih sering hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Padahal, ada kerinduan besar agar shalat menjadi kenikmatan dalam hidup , sebuah momen bercengkerama dengan Sang Pemilik kehidupan sebagai sarana tempat mengadu, berdialog, dan memohon pertolongan. Sejatinya, shalat bukan sekadar rangkaian gerakan ritual, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang sarat makna. Setiap gerakan mengandung filosofi, dan setiap bacaan merefleksikan kebutuhan terdalam manusia. Di antara rangkaian tersebut, terdapat satu momen yang kerap luput dari pemaknaan, yaitu duduk di antara dua sujud. Banyak orang memanjangkan sujud, namun justru menyegerakan duduk di antara dua sujud. Padahal, pada momen itulah seorang hamba memohon hampir seluruh kebutuhan hidupnya kepada Pemilik langit dan bumi: memohon ampunan, kasih sayang, kemampuan untuk t...